Dalam politik, momentum itu tidak pernah ganda, dia hadir pada saat dan tempat yang berbeda.
Kumpulan aksara sebagai jejak perjalanan menembus ruang dan waktu dalam mengeksplorasi diri dan dunia.
Minggu, 28 November 2021
Momentum dan Kecerdasan Politik
Senin, 15 November 2021
Elektabilitas Digital
Sabtu, 13 November 2021
Batalkan Kenaikan PPN
Tahun depan, tarif PPN (pajak pertambahan nilai) yang biasanya dibayar waktu kita beli makanan, kendaraan atau rumah bakal naik.
Minggu, 07 November 2021
Wakil Rakyat yang Sulit Dihubungi — Kegelisahan tentang Politik
Saya sering memikirkan satu hal sederhana: kenapa setelah pemilu selesai, hubungan antara yang dipilih dan yang memilih terasa seperti putus kontak?
Saat kampanye, komunikasi begitu intens. Calon datang, berdialog, mendengar keluhan, mencatat aspirasi. Nomor telepon dibagikan, janji disampaikan, harapan dibangun. Tapi setelah terpilih, jalur itu sering terasa menyempit — bahkan hilang. Rakyat tidak tahu harus bertanya ke mana, sementara pejabat merasa sudah bekerja karena hadir di kantor dan rapat.
Sebagai orang yang aktif di partai politik dan punya keinginan untuk ikut dalam pemilihan legislatif, ini bukan sekadar kritik — ini juga kegelisahan pribadi saya.
Politik Terasa Jauh, Padahal Harusnya Dekat
Banyak orang di sekitar kita sebenarnya tidak terlalu peduli siapa tokoh politiknya. Yang mereka peduli sederhana:
-
bisa dihubungi atau tidak
-
mau mendengar atau tidak
-
ada tindak lanjut atau tidak
Bukan soal pidato hebat. Bukan soal baliho besar. Tapi soal respons.
Saya beberapa kali mendengar kalimat seperti:
“Kami cuma dibutuhkan saat pemilu.”
Kalimat itu terdengar klise — tapi jujur, ada benarnya.
Jabatan Itu Bukan Garis Finish
Kita sering memperlakukan kemenangan politik seperti garis finish. Padahal seharusnya itu garis start. Setelah dilantik, justru kewajiban komunikasi dimulai, bukan selesai.
Menurut saya, wakil rakyat seharusnya:
-
rutin memberi kabar apa yang sedang dikerjakan
-
menjelaskan sikapnya terhadap isu penting
-
membuka ruang tanya jawab
-
tidak alergi dikritik
Tidak harus selalu formal. Kadang cukup pertemuan kecil. Diskusi warung kopi. Forum warga. Laporan singkat berkala. Yang penting: ada sambungan.
Saya Juga Mengkritik “Rumah Sendiri”
Sebagai pengurus partai, saya juga merasa partai politik perlu jujur berbenah. Partai jangan hanya aktif saat rekrut suara — tapi pasif saat merawat hubungan.
Kader jangan hanya dilatih cara menang, tapi juga cara mempertanggungjawabkan amanah.
Menurut saya, ke depan partai harus mendorong budaya:
-
dialog konstituen terjadwal
-
kanal aspirasi yang benar-benar dijawab
Kalau tidak, partai akan makin dilihat hanya sebagai kendaraan, bukan jembatan.
Kalau Saya Diberi Kesempatan
Saya tidak ingin menjual janji besar. Tapi saya punya niat sederhana: kalau dipercaya, saya ingin mudah dihubungi dan jelas kabarnya.
Bukan berarti semua aspirasi bisa langsung selesai — politik dan anggaran punya batas. Tapi paling tidak:
-
warga tahu prosesnya
-
tahu posisinya
-
tahu jawabannya
Saya ingin membiasakan laporan berkala, dialog rutin, dan komunikasi terbuka. Karena menurut saya, kepercayaan publik tidak dijaga dengan slogan — tapi dengan kebiasaan hadir.
Politik yang Lebih Manusiawi
Mungkin yang kita butuhkan bukan politik yang makin rumit — tapi politik yang lebih manusiawi. Lebih banyak mendengar. Lebih sering menjelaskan. Lebih siap dikoreksi.
Hubungan antara rakyat dan wakilnya tidak boleh hanya aktif lima tahunan. Harus hidup setiap bulan, setiap masa sidang, setiap keputusan.
Kalau sambungan itu terjaga, demokrasi terasa nyata. Kalau tidak, demokrasi hanya terasa sebagai acara.
Dan saya tidak ingin ikut meramaikan acara. Saya ingin ikut memperbaiki sambungan.
Minggu, 24 Oktober 2021
Menyiapkan Pemilih Pemula
Ada hal esensial lain yang sesungguhnya perlu kita beri perhatian, yakni: Sudahkah kita siapkan para generasi Z dan milenial kita, yang 2024 nanti akan menjadi pemilih pemula?
Minggu, 17 Oktober 2021
Digitalisasi Politik
Hadirnya revolusi teknologi komunikasi dengan jaringan media sosial telah mengubah cara kita berinteraksi dan berkomunikasi.
Sabtu, 09 Oktober 2021
Pencitraan yang Wajar
Pencitraan itu salah satu bentuk komunikasi politik yang wajar dilakukan. Ada ilmunya. Membutuhkan pengetahuan terhadap isu, membutuhkan penguasaan teknik komunikasi, psikologi massa.
Sabtu, 18 September 2021
Usut Pembunuhan 3 Harimau Sumatera di Aceh Selatan sampai Tuntas!
Tanyakan saja pada puluhan ekor harimau yang udah dibunuh
manusia. Kasus terbaru, tiga ekor harimau ditemukan mati sampai membusuk karena
jerat.
Konflik manusia dan harimau di Aceh tuh bukan cerita baru, Kawan.
Empat tahun terakhir aja, udah ada 46 kasus. Dan yang jadi korban selalu sang
harimau.
Sayangnya, kasus-kasus kematian harimau sumatera yang
dilindungi ini sering sekali tidak terungkap pelakunya!
Ini adalah contoh buruk perlindungan satwa di Indonesia.
Kesannya, para penjahat dapat dengan mudah terbebas melakukan aktivitas ilegal
ini.
Itulah mengapa, semua pihak ikut mendesak Direktorat
Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) KLHK serta Kepolisian untuk mengusut
kematian para harimau ini, memberikan vonis berat pada pelakunya, dan
mempublikasikan kasus ini.
Sampai para pelaku pembunuhan tiga ekor harimau ini divonis
berat, gak akan ada efek jera buat para pembunuh harimau lainnya di kemudian
hari!
Manusia sudah terlalu sering merusak kehidupan dan ekosistem
lingkungan. Pertama, kita sudah menghancurkan habitat para hewan. Kini, kita
mulai membunuh mereka satu per satu.
Suara kita bisa jadi bukti kalau masih ada yang peduli, dan bahwa pemerintah harus lebih serius lagi dalam menanggapi kasus seperti ini.
Sabtu, 04 September 2021
Waktu yang Bermanfaat
Salah satu penggunaan waktu yang paling bermanfaat adalah diam bermeditasi, sambil mencari bimbingan dari dalam.
Selasa, 31 Agustus 2021
Sabtu, 07 Agustus 2021
Kebijakan untuk Kepentingan Rakyat
"Kursi pengetahuan ada di kepala sedangkan kebijaksanaan ada di dalam hati." - William Hazlitt
Kebijakan dibuat untuk kepentingan rakyat. Tapi lebih banyak kepentingan pembuat kebijakan telah membunuh rakyat.Perang dan pemilu, keduanya sangat besar dan juga sangat kecil untuk dipikirkan dalam jangka panjang. Pekerjaan sehari-hari yang terus berlangsung, itu lebih penting." - Barbara Kingsolver
Minggu, 25 Juli 2021
Menghargai Kehidupan
Ketika Aku mulai memikirkan hidup, Aku mulai menyadari bahwa Aku tidak akan hidup selamanya. Aku berada di dunia sekarang, tapi suatu hari Aku akan pergi. Adakah kehidupan sesudah kematian. Terkadang tidak adil rasanya kehidupan ini harus berakhir.
Sabtu, 10 Juli 2021
Kenapa Banyak yang Suka Es Kopi Susu?
Ada teman yang iseng bertanya mengapa kebanyakan pelanggan cafe itu lebih banyak memesan jenis es kopi susu dibanding dengan pilihan menu kopi lainnya.
Menurut analisis filosofis-filosofisan Saya sih alasannya begini..
Sabtu, 03 Juli 2021
Jejak Pertemuan Awal
Hari itu seperti biasa saya menjalankan tugas sebagai staf personalia di perusahaan. Langit pagi cerah, dengan angin sepoi-sepoi yang menghembuskan hawa segar. Saya sedang berada di depan pos security, memeriksa beberapa dokumen masuk ketika dia muncul. Wanita itu, dengan langkah mantap dan senyum yang hangat, datang membawa sebuah amplop cokelat berisi surat lamaran pekerjaan.
Penampilannya sederhana namun memikat. Dia mengenakan pakaian sopan dan bersih, memberi kesan rapi dan profesional. Matanya menatap langsung dengan kepercayaan diri, tapi ada kelembutan yang tersirat di sana. Ketika dia menyapa, suaranya terdengar ramah namun tegas, memecah keheningan pagi dengan nada yang menyenangkan.
“Selamat pagi, Pak. Saya ingin menyerahkan surat lamaran pekerjaan,” katanya sambil mengulurkan amplop tersebut.
Saya menerima amplop itu dengan hati-hati, memastikan untuk tidak mengabaikan setiap detail kecil. Sambil mencatat namanya dan nomor kontaknya di buku log, saya melirik sekilas ke arahnya. Ada sesuatu yang berbeda tentangnya. Entah bagaimana, aura yang dia bawa membuat saya merasa bahwa ini bukan sekadar pertemuan biasa.
“Terima kasih, Mbak. Kami akan menghubungi Anda dalam beberapa hari untuk wawancara,” ujar saya dengan nada formal.
Dia mengangguk dan tersenyum, lalu berlalu pergi. Tapi entah kenapa, langkahnya meninggalkan jejak di pikiran saya. Saya terdiam sejenak, memandangi amplop yang baru saja dia serahkan. Nama yang tertulis di sudutnya terasa begitu asing namun mengundang rasa penasaran.
Saat itu, saya tidak bisa memungkiri adanya perasaan yang perlahan muncul — ketertarikan yang belum bisa saya definisikan. Apakah ini hanya kebetulan belaka? Atau mungkin semesta sedang merencanakan sesuatu yang lebih besar dari apa yang bisa saya bayangkan?
Amplop itu menjadi lebih dari sekadar dokumen. Itu adalah awal dari sebuah cerita, sebuah jendela kecil menuju kemungkinan yang belum terungkap. Saya tidak tahu bagaimana semua ini akan berjalan, tapi satu hal yang pasti: hari ini, saya telah bertemu seseorang yang, entah bagaimana, menggetarkan hati saya.
Sabtu, 26 Juni 2021
Impermanence
Di hidup ini, segala sesuatunya “datang & pergi”. Tidak kekal. Impermanence.
Jumat, 11 Juni 2021
Bondar ngada Gadu
Sabtu, 05 Juni 2021
Orientasi Karyawan Baru — RSU Permata Madina Panyabungan, 4 Juni 2021
Pada tanggal 4 Juni 2021, saya mendapat kesempatan sekaligus tanggung jawab sebagai Kepala Unit Personalia dan Diklat RSU Permata Madina Panyabungan untuk menyelenggarakan kegiatan orientasi karyawan baru. Kegiatan ini sederhana, tapi menurut saya sangat penting, karena di sinilah langkah awal perjalanan mereka dimulai di rumah sakit.
Saya selalu memandang orientasi bukan sekadar pengenalan aturan kerja. Lebih dari itu, ini adalah momen pertama untuk menyamakan pemahaman, cara pandang, dan sikap dalam melayani pasien.
Dalam kegiatan tersebut, kami memperkenalkan profil rumah sakit, budaya kerja, aturan dasar kepegawaian, serta pentingnya keselamatan pasien dan kerja sama tim. Saya berusaha menyampaikan materi dengan bahasa yang ringan dan terbuka, supaya peserta tidak merasa digurui, tapi merasa diajak masuk menjadi bagian dari keluarga besar rumah sakit.
Suasana diskusi juga saya buat santai. Peserta bebas bertanya, berbagi kekhawatiran, dan menyampaikan harapan mereka. Dari situ terlihat bahwa banyak dari mereka punya semangat besar untuk belajar dan memberi pelayanan terbaik.
bekerja di rumah sakit adalah tentang tanggung jawab dan kepedulian. Bukan hanya menyelesaikan tugas, tapi menjaga kepercayaan orang yang sedang membutuhkan pertolongan.
Bagi saya pribadi, kegiatan orientasi ini selalu memberi energi baru. Melihat karyawan baru datang dengan semangat, membuat saya yakin bahwa kualitas layanan ke depan sangat ditentukan dari bagaimana kita memulai proses pembinaan sejak hari pertama.
Rabu, 14 April 2021
Pelatihan Internal Emergency Neonatus di RSU Permata Madina Panyabungan: Meningkatkan Kompetensi untuk Keselamatan Pasien
Pada Selasa–Rabu, 13–14 April 2021, Unit Personalia dan Diklat RSU Permata Madina Panyabungan mengadakan kegiatan pendidikan dan pelatihan internal sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan. Kegiatan kali ini mengusung tema “Emergency Neonatus”, sebuah pelatihan yang sangat penting mengingat kegawatdaruratan pada bayi baru lahir membutuhkan respon cepat, tepat, dan terstandar.
Pelatihan dilaksanakan di Aula Saung RSU Permata Madina Panyabungan. Suasana antusias terlihat sejak awal, dimana peserta yang terdiri dari perawat, bidan, serta tenaga kesehatan terkait hadir dengan semangat untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menangani kasus-kasus neonatal emergensi.
Pemateri Berkompeten: dr. Bambang Herianto, MM
Sebagai pemateri, RSU Permata Madina menghadirkan dr. Bambang Herianto, MM, seorang dokter dengan pengalaman luas dalam manajemen kegawatdaruratan dan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Dalam dua hari pelatihan, beliau menyampaikan materi secara komprehensif, mulai dari:
Dipadukan dengan pendekatan interaktif, peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga diajak melakukan simulasi langsung, sehingga memahami bagaimana tindakan cepat dan terkoordinasi dapat menyelamatkan nyawa bayi baru lahir.
Komitmen RSU Permata Madina untuk Pelayanan Lebih Baik
Kegiatan diklat seperti ini merupakan salah satu bentuk komitmen RSU Permata Madina Panyabungan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pelayanan neonatal. Dengan meningkatnya kemampuan tenaga kesehatan dalam menangani kondisi gawat darurat pada neonatus, rumah sakit berharap dapat memberikan pelayanan yang semakin aman, profesional, dan sesuai standar nasional.
Penutup
Diklat Internal Emergency Neonatus ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kesiapan tim medis RSU Permata Madina. Semangat peserta, kualitas pemateri, serta dukungan manajemen menjadi modal berharga dalam menciptakan pelayanan kesehatan yang unggul, khususnya bagi pasien-pasien terkecil dan paling rentan: bayi baru lahir.
Senin, 29 Maret 2021
Kebahagiaan Dimulai Dari Pikiran
Kebahagiaan tidak dimulai dari hubungan, liburan, pekerjaan… atau pilihan. Ia dimulai dengan pikiran kita dan apa yang kita katakan pada diri kita hari ini. Ingatlah tentang kebenaran ini. Dan ingatkan diri bahwa pelajaran terbaik mutlak yang kita pelajari dalam hidup adalah pelajaran yang kita pelajari berulang kali. Pikiran manusia membutuhkan banyak pengingat proaktif untuk beroperasi secara efektif.
Selasa, 09 Maret 2021
Selasa, 16 Februari 2021
Adamu Bahagia Buatku
Terkadang secangkir kopi suka menggodaku utk mengungkapkan isi hati yg bergejolak dan menyeruak keluar menyingkap gelap dan suramnya malam..
Tahukah engkau betapa pentingnya engkau ada..
Aku bagaikan kegelapan malam..
Betapa engkau laksana bulan yang ada utk meneranginya..
Aku bagaikan api yang membara..
Betapa engkau laksana air yang mendinginkannya
Aku bagaikan siang yang menyibukkan..
Betapa engkau laksana malam yg menenangkan..
Adamu adalah bahagia buatku..
Dan tiadamu hanya akan menjadi duka bagiku..
Minggu, 20 Desember 2020
Musikalisasi Puisi | Angin - A.A Widarta | Dinda Putri Dinata
Jumat, 11 Desember 2020
Pilkada Usai, Kembali Urus Pandemi
Jumat, 04 Desember 2020
Tawa dalam Kesempitan
"Manusia tertawa jika dia terjepit dalam situasi antara logika dan kenyataan yang berbenturan tanpa dia dapat menguasainya."
(Romo Mangun)
Ya. Hanya itu yang dapat dilakukan jika terjebak di antara dua keadaan kontras tanpa tahu harus berbuat apa untuk mengatasinya. Tertawa. Menertawakan diri dan keadaan. Sekadar penyembuhan diri dari kepeningan yang timbul atau ekspresi keputus-asaan karena tidak mampu mencarikan solusi penyelesaian masalah yang sedang dihadapi.
Selasa, 01 Desember 2020
Musikalisasi Puisi | Penantian di Beranda Hati - Khairul F. Sean
PENANTIAN DI BERANDA HATI
Siang ini
Kulihat dirimu
Melintas di depan mataku
Menembus hantaran surya
Nan redup terhalang mendung
Aih...!
Selarik cahya membias di wajahmu
Menyeruak ke relung hatiku
Seketika kehangatan menjalari tubuh
Tetapi itu hanya sekilas
Selebihnya sungguh membuatku terpesona
Kala kerling bola matamu membias indah di benakku
Lantas engkaupun berlalu
Setelah menuliskan cerita cinta di hatiku
Sayup-sayup
kudengar suara dari balik gempita sukma
Tunggu aku
Di beranda hatimu
Begitu katamu
By
Khairul F. Sean Nasution
Panyabungan, 26 September 2020
Kamis, 26 November 2020
Pembusukan Moral Negara
Senin, 16 November 2020
Melihat Cara Pandang Kelompok Pendukung Calon Bupati
Terkait dengan masa kampanye pilkada Madina, saya melihat pendukung petahana dan pendukung perubahan masih belum lepas dari kungkungan sudut pandang atau kacamata yg sama..
Masih sama-sama memiliki cara pandang yang mengutamakan kepentingan kelompok, bukan masyarakat secara luas..
Tidak adakah paradigma lain..?
Minggu, 15 November 2020
Pilih yang Terbaik di antara yang Baik
Saya membaca sebuah postingan seorang sahabat di media sosial berupa himbauan atu seruan terkait dengan Pilkada Madina. Sahabat ini menyeru agar masyarakat jangan memilih kandidat yang akan merusak Madina ke depan.
Pernyataan seperti tidak salah. Wajar saja mengingatkan masyarakat agar sadar bahayanya apabila salah pilih.
Namun, pernyataan seperti itu juga dapat dinilai tendensius karena mengarahkan pikiran kita kepada pilihan-pilihan yg tersedia itu ada yg buruk dan bersifat merusak. Apakah benar kita berada dlm situasi seperti itu? Bukankah kita seharusnya saat ini sedang dalam keadaan harus memilih pilihan-pilihan yg merupakan para putra-putri terbaik di daerah?
Sabtu, 14 November 2020
Musikalisasi Puisi | Corona - Nur Hayati
Sabtu, 07 November 2020
Perang Pendukung Pragmatis
Bagaimana masyarakat bisa mempelajari dan memilih kandidat yg layak jika para pendukungnya lebih sibuk saling menyerang. Bukan dalam hal substansial yg berkaitan dengan visi dan program pula yg diperdebatkan, tapi malah saling menuding dengan berorientasi proyek.
Apakah pertimbangan kita utk memilih hanya didasarkan pada keuntungan pragmatis kelompok semata?
-
Sejak lama saya memiliki ketertarikan mendalam pada sejarah—sebuah ketertarikan yang tumbuh dari rasa penasaran tentang siapa kita, da...
-
Kesabaran dalam melaksanakan pekerjaan sering kali terdengar seperti nasihat klise, namun justru di sanalah letak kekuatannya. Di tengah dun...
-
Ada dua istilah, yakni Logical Framework (LF atau Logframe) dan Logical Framework Approach (LFA) yang terkadang membingungkan. LogFr...
















