Setiap orang yang pertama kali bekerja di rumah sakit pasti punya momen “kaget”—mulai dari bau desinfektan yang khas, aturan cuci tangan yang ketat, sampai kewajiban pakai APD. Nah, supaya kagetnya nggak kepanjangan, kami di Unit Personalia dan Diklat punya agenda wajib: Orientasi PPI (Pencegahan & Pengendalian Infeksi) untuk semua karyawan baru.
Pada Jumat, 3 Agustus 2019, kami kembali menggelar sesi orientasi ini, dan seperti biasa—saya bertugas sebagai koordinator kegiatan. Sebagai Kepala Unit Personalia dan Diklat, tugas saya bukan cuma memastikan karyawan masuk kerja, tapi juga memastikan mereka paham cara bekerja dengan benar, aman, dan sesuai standar rumah sakit.
Kenapa Harus Ada Orientasi PPI?Karena bekerja di rumah sakit itu beda. Kita bukan hanya
berhadapan dengan pasien, tapi juga berhadapan dengan risiko infeksi. Jadi
sebelum mereka mulai pegang berkas, alat, makanan pasien, atau bahkan sapu
sekalipun, mereka harus paham dulu:
• Apa itu
infeksi dan bagaimana penularannya
• Kenapa
cuci tangan itu bukan formalitas tapi senjata utama
• Kapan
harus pakai APD, dan jangan sampai dipakai cuma buat gay
• Cara
membuang limbah medis supaya nggak jadi masalah baru
• Apa yang
harus dilakukan kalau kena pajanan (misal tertusuk jarum)
Intinya: mencegah lebih baik daripada kena infeksi lalu panik.
Jalannya Acara
Suasananya santai, tapi tetap serius. Direktur membuka kegiatan dengan pengantar bahwa orientasi ini bukan sekadar kewajiban administratif, tapi pondasi keselamatan kerja. Setelah itu materi disampaikan oleh tim PPI, lengkap dengan sesi tanya jawab—dan yang paling seru: praktik cuci tangan 6 langkah.
Harapan
Sebagai orang yang bertanggung jawab memastikan semua
pegawai siap kerja, bukan sekadar hadir, saya berharap:
• Mereka
paham bahwa PPI bukan tanggung jawab komite saja, tapi semua orang
• Keselamatan
pasien dimulai dari kebersihan tangan pegawainya
• Bekerja
di rumah sakit berarti punya budaya kerja bersih, disiplin, dan peduli
Kalau semua orang patuh PPI, kita bukan
cuma menyelamatkan pasien — kita juga menyelamatkan diri sendiri.

