Program pembelajaran jarak jauh secara daring (online) yang digagas Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan tidak berjalan efektif. Para murid, orang tua, dan
guru di banyak daerah kelimpungan menjalaninya karena minimnya akses Internet,
ketiadaan gawai, hingga harga paket data yang tak terjangkau. Bagaimana
pemerintah mengatasi persoalan ini agar kegiatan pendidikan bisa terus berjalan
di tengah pandemi?
Kumpulan aksara sebagai jejak perjalanan menembus ruang dan waktu dalam mengeksplorasi diri dan dunia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Sejak lama saya memiliki ketertarikan mendalam pada sejarah—sebuah ketertarikan yang tumbuh dari rasa penasaran tentang siapa kita, da...
-
Kesabaran dalam melaksanakan pekerjaan sering kali terdengar seperti nasihat klise, namun justru di sanalah letak kekuatannya. Di tengah dun...
-
Ada dua istilah, yakni Logical Framework (LF atau Logframe) dan Logical Framework Approach (LFA) yang terkadang membingungkan. LogFr...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar