Jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat menandai berakhirnya filsafat Yunani-Romawi dan banyak karya filosofis terbesar telah hilang. Tetapi bertentangan dengan kesalahpahaman umum, filsuf abad pertengahan tidak hanya berurusan dengan pertanyaan seperti berapa banyak malaikat yang dapat berdiri di atas kepala seekor pin atau sama sekali mengabaikan karya para filsuf Yunani-Romawi. Pada saat yang sama, karya-karya yang telah hilang di Barat setelah jatuhnya Roma menemukan jalan mereka kembali ke Eropa melalui penaklukan Muslim dan kemudian Perang Salib. Para filsuf abad pertengahan, meski disibukkan dengan pertanyaan teologis, tidak menolak filsafat Yunani-Romawi namun berusaha untuk mendamaikannya dengan penalaran Kristen, terutama logika Aristoteles. Hal ini akhirnya diraih oleh Santo Thomas Aquinas yang dianggap salah satu filsuf abad pertengahan yang paling penting.
Kumpulan aksara sebagai jejak perjalanan menembus ruang dan waktu dalam mengeksplorasi diri dan dunia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
-
Sejak lama saya memiliki ketertarikan mendalam pada sejarah—sebuah ketertarikan yang tumbuh dari rasa penasaran tentang siapa kita, da...
-
Kesabaran dalam melaksanakan pekerjaan sering kali terdengar seperti nasihat klise, namun justru di sanalah letak kekuatannya. Di tengah dun...
-
Ada dua istilah, yakni Logical Framework (LF atau Logframe) dan Logical Framework Approach (LFA) yang terkadang membingungkan. LogFr...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar