Kumpulan aksara sebagai jejak perjalanan menembus ruang dan waktu dalam mengeksplorasi diri dan dunia.
Rabu, 16 Agustus 2017
Karang Taruna Mandailing Natal Terima Bantuan UEP
Sabtu, 05 Agustus 2017
Belajar Menjaga Aset Rumah Sakit dari Sebuah Ruangan
Ada satu pekerjaan di rumah sakit yang sering luput dari perhatian, tetapi diam-diam sangat menentukan kelancaran pelayanan: pemeriksaan barang inventaris ruangan. Kegiatan ini mungkin terdengar administratif, namun ketika dijalani langsung, saya menyadari betapa pentingnya peran inventaris dalam menjaga mutu layanan kesehatan.
Hari itu, saya bersama tim mulai berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain. Kami membawa daftar inventaris, mencocokkan data di atas kertas dengan kondisi nyata di lapangan. Satu per satu barang diperiksa: meja, kursi, lemari, peralatan pendukung, hingga perlengkapan kecil yang selama ini dianggap sepele. Ternyata, detail-detail kecil inilah yang sering menentukan kenyamanan kerja dan keselamatan pelayanan.
Dalam proses pemeriksaan, kami tidak hanya menghitung jumlah barang, tetapi juga menilai kondisinya. Mana yang masih berfungsi baik, mana yang mulai rusak ringan, dan mana yang sudah tidak layak digunakan. Di sinilah saya belajar bahwa inventaris bukan sekadar soal ada atau tidak ada, melainkan soal kelayakan dan fungsi.
Yang menarik, kegiatan ini juga menjadi ruang dialog dengan penanggung jawab ruangan. Banyak cerita muncul: barang yang sering digunakan hingga cepat aus, peralatan yang jarang tersentuh karena tidak lagi sesuai kebutuhan, atau fasilitas yang sebenarnya sangat dibutuhkan tetapi belum tersedia. Pemeriksaan inventaris berubah menjadi momen evaluasi bersama.
Hasil pemeriksaan kemudian kami tuangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan. Dokumen ini menjadi saksi bahwa aset rumah sakit telah dicek secara objektif dan bertanggung jawab. Dari sinilah lahir rekomendasi: perawatan rutin, perbaikan, hingga penghapusan atau penggantian barang. Semua berbasis data, bukan asumsi.
Bagi saya pribadi, kegiatan ini memberi pelajaran penting tentang tata kelola rumah sakit. Pelayanan yang baik tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga pada sistem pendukung yang tertib dan terawat. Barang inventaris yang terkelola dengan baik berarti lingkungan kerja yang aman, efisien, dan nyaman.
Di akhir kegiatan, saya semakin yakin bahwa pemeriksaan inventaris bukan pekerjaan tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab profesional. Menjaga aset rumah sakit sama artinya dengan menjaga kualitas pelayanan bagi pasien. Dan dari sebuah ruangan, kita bisa belajar bagaimana sebuah rumah sakit dikelola dengan penuh tanggung jawab.
-
Sejak lama saya memiliki ketertarikan mendalam pada sejarah—sebuah ketertarikan yang tumbuh dari rasa penasaran tentang siapa kita, da...
-
Kesabaran dalam melaksanakan pekerjaan sering kali terdengar seperti nasihat klise, namun justru di sanalah letak kekuatannya. Di tengah dun...
-
Ada dua istilah, yakni Logical Framework (LF atau Logframe) dan Logical Framework Approach (LFA) yang terkadang membingungkan. LogFr...
