Minggu, 25 Juni 2017

Sejarah Logistik


Selama perang Troya Yunani mengirimkan 1200 kapal ke Troya. Untuk perang ini, bangsa Yunani tidak mampu membawa cukup makanan dan uang. Maka dari itu, mereka harus menanam makanan di Troya dan terus menerus melakukan penyerbuan kecil untuk mecari suplai. Karena masalah logistik ini, mereka tidak bisa melancarkan serangan yang menentukan dan signifikan untuk mengakhiri perlawanan bangsa Troya. Perang ini berlangsung selama sepuluh tahun. Sejarawan Yunani Thucydides (460-400 SM) menjelaskan isu ini dan menekankan pentingnya keberadaan atau ketiadaan logistik dalam peperangan.

Akan tetapi ada juga bukti-bukti yang menyatakan bahwa bangsa Yunani kala itu telah mengerti pentingnya logistik. Di antara kalimat dalam epik karangan Homer ialah mengenai perisai baru milik Achilles. Pada pahatanya dijelaskan tentang kota Troya yang di kepung, tetapi bukanya menyerang kamp-kamp milik bangsa Yunani, para pasukan Troya malah menyerang domba-domba milik bangsa Yunani, dan ini melambatkan laju pasukan Yunani. Bukan hanya orang Troya, pasukan Yunani juga dengan segala daya upaya berusaha menyelamatkan domba mereka mengingat betapa pentingnya pasokan pangan bagi kelanjutan pengepungan mereka atas kota Troya.

Salah satu kampanye perang pertama pada masa kuno ialah Perang Persia. Raja Persia Xerxes I pergi bertempur pada tahun 480 SM dengan membawa sekitar 100.000 pasukan bersamanya menuju beberapa kota-kota di Yunani. Karena pasukan Persia yang begitu banyak, pasokan logistik hanya bisa dilakukan melalui laut karena melalui jalan darat terlalu susah pada masa itu. Maka dari itu, pasukan Xerxes maju bertempur dengan dikawal oleh armada kapal perang dan kapal barang. Setelah kalah di pertempuran Salamis sang raja harus mundur karena dia mengkhawatirkan akan hilangnya koneksi antara rantai suplai dengan pasukannya di depan.

Sabtu, 24 Juni 2017

Asal Usul Logistik


Kata logistik berasal dari bahasa Yunani logos (λόγος) yang berarti “rasio, kata, kalkulasi, alasan, pembicaraan, orasi”. Kata logistik memiliki asal kata dari Bahasa Prancis loger yaitu untuk menginapkan atau menyediakan. Kegunaan asalnya untuk menjelaskan ilmu dari pergerakan, suplai & perawatan dari pasukan militer di lapangan. Nantinya digunakan untuk mendeskripsikan manajemen arus barang di sebuah organisasi, dari barang mentah menjadi barang jadi.

Logistik adalah konsep yang dianggap berevolusi dari kebutuhan pihak militer untuk memenuhi persediaan mereka ketika mereka beranjak ke medan perang dari markas. Pada kekaisaran Yunani, Romawi dan Bizantium kuno, ada perwira militer dengan gelar ‘Logistikas’, yang bertanggung jawab atas distribusi dan pendanaan persediaan perang.

Oxford English Dictionary mendeskripsikan logistik sebagai "the branch of military science relating to procuring, maintaining and transporting materiel, personnel and facilities." Definisi lainnya adalah "the time-related positioning of resources." Maka dari itu, logistik biasanya dilihat sebagai cabang umum dari ilmu teknik yang membuat "sistem manusia" bukan "sistem mesin".

Sabtu, 17 Juni 2017

Apa itu Logistik?


Logistik merupakan seni dan ilmu, barang, energi, informasi, dan sumber daya lainnya, seperti produk, jasa, dan manusia, dari sumber produksi ke pasar dengan tujuan mengoptimalkan penggunaan modal . Manufaktur dan marketing akan sulit dilakukan tanpa dukungan logistik. Logistik juga mencakup integrasi informasi, transportasi, inventori, pergudangan, reverse logistics dan pemaketan.

Berdasarkan pengertian di atas, maka misi logistik adalah "mendapatkan barang yang tepat, pada waktu yang tepat, dengan jumlah yang tepat, kondisi yang tepat, dengan biaya yang terjangkau, dengan tetap memberikan kontribusi profit bagi penyedia jasa logistik".

Karenanya, logistik selalu berkutat dalam menemukan keseimbangan untuk 2 hal yang amatlah sulit untuk disinergikan, yaitu menekan biaya serendah-rendahnya tetapi tetap menjaga tingkat kualitas jasa dan kepuasan konsumen. Dalam dunia bisnis yang selalu berubah, manajemen logistik yang baik merupakan sebuah keharusan.

Kamis, 08 Juni 2017

Mengawali Langkah Baru: Pengalaman Mengikuti Training Karyawan Baru di RSU Permata Madina


 8 Juni 2017 — Sebuah Awal Perjalanan di Unit Logistik Umum

Tanggal 8 Juni 2017 menjadi salah satu hari yang paling berkesan dalam perjalanan profesional saya. Hari itu, saya resmi mengikuti training karyawan baru di RSU Permata Madina Panyabungan, setelah melalui proses lamaran dan dinyatakan diterima sebagai staf Unit Logistik Umum. Sebuah posisi yang tidak hanya menuntut ketelitian, tetapi juga tanggung jawab dalam memastikan kelancaran operasional rumah sakit.

Hari Pertama yang Penuh Antusiasme

Memasuki ruang pelatihan, saya merasakan atmosfer yang ramah dan penuh semangat. Para peserta berasal dari berbagai unit—mulai dari keperawatan, rekam medis, hingga IT dan tata usaha. Ada perasaan bangga sekaligus haru bahwa saya kini menjadi bagian dari institusi kesehatan yang terus berkembang dan berkomitmen memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat Mandailing Natal.

Materi pelatihan dibuka dengan pengenalan visi-misi RSU Permata Madina. Dari sini, saya memahami bahwa rumah sakit tidak hanya berbicara tentang pelayanan medis, tetapi juga tentang nilai, etika, profesionalitas, dan sinergi antarunit.

Mengenal Peran Logistik dalam Sistem Rumah Sakit

Sebagai bagian dari logistik umum, training ini menjadi langkah awal untuk memahami peta peran dan tanggung jawab saya. Materi mencakup:

Saya mulai menyadari bahwa logistik adalah “urat nadi” rumah sakit yang bekerja diam-diam. Tanpa logistik yang tertata, banyak proses tidak akan berjalan lancar—mulai dari kebersihan ruangan, peralatan administrasi, hingga sarana penunjang untuk pelayanan pasien.

Pembekalan Etika Kerja dan Budaya Organisasi Rumah Sakit

Selain teknis pekerjaan, kami mendapatkan pembekalan tentang budaya kerja RS: disiplin, keramahan, integritas, dan profesionalitas. Bagi saya pribadi, pelatihan ini bukan sekadar seremonial, tetapi pondasi untuk membangun cara kerja yang benar sejak awal.

Kami juga dikenalkan dengan struktur organisasi, jalur koordinasi, serta SOP dasar yang menentukan ritme kerja setiap unit. Meski materi cukup padat, saya justru semakin yakin bahwa berada di lingkungan yang teratur seperti rumah sakit akan membentuk karakter kerja yang kuat.

Awal dari Tanggung Jawab yang Lebih Besar

Menutup pelatihan pada sore hari, saya merasa hari itu bukan hanya hari pertama bekerja—tetapi juga permulaan sebuah perjalanan panjang. Ada banyak hal baru yang harus dipelajari, banyak tantangan yang pasti akan dihadapi, dan banyak kesempatan untuk berkembang.

Sebagai staf logistik, saya bertekad untuk menjalankan tugas sebaik mungkin: memastikan ketersediaan sarana, mendukung unit-unit pelayanan, dan bekerja dengan teliti demi kelancaran operasional RSU Permata Madina.