Jumat, 09 Maret 2018

Perayaan HUT Kab. Madina Tahun 2018

 


Pengenalan SNARS: Langkah Awal Menuju Mutu Pelayanan Rumah Sakit

 


Tanggal 9 Maret 2018 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan profesional saya di RSU Permata Madina Panyabungan. Hari ini, saya mengikuti kegiatan pengenalan SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit)—sebuah standar baru yang pada saat itu mulai diperkenalkan secara luas sebagai pedoman peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia.

Awalnya, saya hanya membayangkan kegiatan ini sebagai pertemuan reguler mengenai standar kerja. Namun ternyata, pengenalan SNARS membuka cara pandang saya mengenai bagaimana rumah sakit semestinya dikelola secara sistematis, aman, dan fokus pada keselamatan pasien serta tata kelola organisasi yang lebih profesional.

Apa itu SNARS?

SNARS atau Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit adalah seperangkat standar yang disusun oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) untuk memastikan rumah sakit di Indonesia memberikan pelayanan terbaik, aman, dan bermutu tinggi.

Berbeda dari standar sebelumnya, SNARS menghadirkan beberapa penekanan baru:

Sebagai seseorang yang bekerja di Unit Personalia dan Diklat, saya langsung merasa bahwa SNARS bukan sekadar standar untuk unit medis, tetapi juga acuan penting bagi seluruh sistem pendukung rumah sakit—termasuk pengelolaan SDM, pelatihan, serta pengembangan kompetensi pegawai.

Refleksi dan Kesiapan Saya Menerapkan SNARS

Saat mengikuti pengenalan SNARS tersebut, saya menyadari bahwa peran saya di unit personalia dan diklat bukanlah sekadar peran administratif biasa. Justru, unit inilah yang menjadi fondasi bagi kesiapan rumah sakit dalam memenuhi berbagai tuntutan standar akreditasi.

Beberapa hal yang langsung saya siapkan setelah mengikuti kegiatan tersebut adalah:

1. Penataan Ulang Dokumen SDM

Saya mulai merapikan kembali dokumen kepegawaian, memastikan semua staf memiliki file kompetensi, SK, uraian tugas, hingga bukti pelatihan yang diperlukan SNARS.

2. Penyusunan Program Diklat yang Relevan

Saya mengintegrasikan materi-materi seperti keselamatan pasien, komunikasi efektif, PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi), serta K3RS ke dalam agenda pelatihan tahunan.

3. Meningkatkan Kesadaran Mutu di Internal Staf

Setiap pegawai harus memahami bahwa mutu bukan hanya tugas komite mutu, tetapi budaya yang harus dibangun bersama.

4. Berkomitmen pada Prinsip "Do – Document – Prove"

Tiga hal ini menjadi pedoman saya: setiap proses harus dikerjakan, didokumentasikan, dan bisa dibuktikan saat audit.

Melangkah Bersama Menuju Rumah Sakit yang Lebih Baik

Pengenalan SNARS pada 9 Maret 2018 bukan sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi titik awal transformasi cara kerja kami di RSU Permata Madina Panyabungan. Dari sana, saya semakin memahami bahwa akreditasi bukan sekadar memenuhi indikator, tetapi membentuk budaya kerja yang disiplin, tertib, dan mengutamakan keselamatan.

Saya percaya, komitmen pribadi untuk menerapkan SNARS—mulai dari pengelolaan SDM hingga diklat—adalah bagian kecil yang dapat saya kontribusikan untuk memastikan rumah sakit ini terus berkembang sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang terpercaya di Mandailing Natal.

Mutu adalah perjalanan panjang, bukan tujuan akhir. Dan saya bersyukur telah melangkah di dalamnya sejak hari itu.

Jumat, 02 Maret 2018

Komunikasi yang Efektif


  


“Komunikasi efektif adalah memahami bahwa kita semua memiliki pandangan dan pemahaman yang berbeda, serta menggunakan pemahaman ini sebagai panduan untuk berkomunikasi dengan orang lain” (Anthony Robbin)

Kata atau istilah komunikasi berasal dari bahasa Inggris “communication”, secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin “communicates”, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Dengan komunikasi, sikap dan maksud seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lainnya. Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia.

Menurut Ruben dan Steward komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakatyang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial, manusia senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Ia ingin mengetahui lingkungan sekitarnya, bahkan ingin mengetahui apa yang terjadi dalam dirinya. Rasa ingin tahu ini yang membuat manusia perlu berkomunikasi. Diiringi dengan semakin berkembangnya teoriteori tentang komunikasi antar pribadi, tentunya ini membawa banyak dampak dalam kehidupan berkomunikasi padamasyarakat belakangan ini. Dalam hidup bermasyarakat, orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain niscaya akan terisolasi dari masyarakatnya. Pengaruh keterisolasian ini akan menimbulkan depresi mental yang pada akhirnya membawa orang kehilangan kesimbangan jiwa. Komunikasi merupakan bagian kekal dari kehidupan manusia seperti halnya bernafas. Sepanjang manusia ingin hidup maka ia perlu berkomunikasi.

 Proses komunikasi terjadi antar pribadi; berlangsung antara dua orang atau melibatkan beberapa orang dalam waktu tertentu untuk mencapai suatu tujuan yang sama. Waktu dalam berkomunikasi, baik itu jumlah maupun inetnsitas dapat membentuk sebuah hubungan yang dikenal dengan relationship. Dalam kamus Inggris-Indonesia disebutkan bahwa relationship adalah hubungan atau pertalian. Relationship dapat diartikan sebagai sebuah jalinan hubungan atau interaksi antara dua orang atau lebih disadari dan melibatkan persepsi yangmereka miliki satu sama lain.

Beberapa asumsi mengenai relationship dalam komunikasi antarpersonal, yaitu:

1. Jalinan hubungan senantiasa terkait dengan komunikasi dan tidak mungkin dapat dipisahkan.
2. Sifat jalinan hubungan ditentukan oleh komunikasi yang berlangsung diantara individu partisipan.
3. Jalinan hubungan biasanya didefinisikan lebih bersifat implisit dan kurang bersifat eksplisit.
4. Jalinan hubungan berkembang seiring dengan waktu melalui proses negosiasi diantara partisipan.
5. Jalinan hubungan bersifat dinamis.

Komunikasi sangat potensial untuk menjalankan fungsi instrumental sebagai alat mempengaruhi atau membujuk orang lain. Kita dapat menggunakan kelima alat indra untuk mempertinggi daya bujuk pesan yang kita komunikasikan kepada komunikan kita. Komunikasi dapat dilakukan melalui tatap muka dan menggunakan berbagai macam komunikasi tatap muka membuat manusia merasa lebih akrab dengan sesamanya, berbeda dengan komunikasi lewat media massa seperti surat kabar, televisi, ataupun lewat teknologi tercanggih.

Komunikasi Efektif bila pertemuan antara pemangku kepentingan terbangun dalam situasi komunikatif-interaktif dan menyenangkan. Efektivitas komunikasi sangat ditentukan oleh validitas informasi yang disampaikan dan keterlibatan dalam memformulasikan ide atau gagasan secara bersama. Bila berkumpul dalam satu kelompok yang memiliki kesamaan pandangan akan membuat gembira, suka dan nyaman. Sebaliknya bila berkumpul dengan orang atau kelompok yang benci akan membuat tegang, resah dan tidak enak.

Beberapa saran untuk mempertahankan sebuah hubungan agar tetap terjaga dengan baik:

1. Bersikap ramah; dalam sebuah hubungan antarpersonal seseorang harus bersikap ramah, sopan dan menyenangkan agar selalu muncul rasa nyaman dalam menjalani hubungan. Sikap arogan, egois, dan temperamen harus sebisa mungkin dihindari karena itu dapat membuat orang dalam hubungan itu menjadi tidak nyaman dan mungkin merasa terganggu.
2. Komunikasi sesering mungkin; komunikasi yang baik sangatpenting dalam mempertahankan
keharmonisan dalam sebuah hubungan. Komunikasi sebaiknya dilakukan sesering mungkin walaupun itu dalam bentuk yang sederhana, seperti menanyakan kabar atau kesibukan yang sedang dilakukan. Hal ini merupakan sebuah cara untuk mempertahankan kontak. Berbicara tentang kejujuran, keterbukaan dan berbagai perasaan serta merespon konflik dengan baik juga termasuk dalam komunikasi mempertahankan hubungan.
3. Sikap terbuka; sikap ini sangat diperlukan untuk memastikan tidakada hal-hal yang ditutup-tutupi dalam hubungan itu. Hal yang ditutupi dapat memicu sebuah konflik kedepannya. Apabila ada hal yang mengganjal sebaiknya dibicarakan secara baik-baik, baikitu dengan berdiskusi maupun menjadi pendengar yang baik. Sikap terbuka ini dapat dilakukan dengan menceritakan apa yang sedang dirasakan, menjadi pendengar yang baik, member masukan yang sesuai atau bisa juga dengan berempati terhadap lawan bicara kita.
4. Memberi jaminan; jaminan dalam sebuah hubungan sangat diperlukan. Misalnya saja menjamin saat orangyang berhubungan dengan kita akan bercerita tentang apapun kita pasti akan menjaga kerahasiaannya. Jaminan yang diberikan bisa juga dalam bentuk pemberian rasa nyaman dan aman.
5. Aktivitas bersama; melakukan aktivitas bersama dapat mempererat sebuah hubungan. Misalnya saja belanja, jalan-jalan atau hanya sekedar makan bersama. Kalaupun tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan bersama, mendengarkan cerita tentang kegiatan seseorang juga bisa menjadi alternatif lain.
6. Berpikiran positif; hubungan antarpersonal pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan hubungan lain.
Untuk mendapatkan hubungan yang harmonis maka orang yang terlibat di dalamnya harus senantiasamencoba membuat interaksi yang menyenangkan dan berfikiran positif. Usahakan jangan membuat berita atau berperilaku yang berpotensi menimbulkan isu dan argumen negatif.
7. Meningkatkan kemampuan diri; terus-menerus memperbaiki diridengan tujuan untuk membuat orang yang berhubungan dengan kita merasa nyaman adalah tindakan yang sangat diperlukan dalam menjalin sebuah hubungan. Misalnya saja berpenampilan menarik dan enak dilihat.

Cara Memperlakukan Orang Lain dalam Organisasi




Pekerjaan yang dilakukan secara bekerja sama dengan baik akan menghasilkan daya tahan, sementara kerja paksa berakhir dengan kegagalan. Tidak ada peradaban yang berdasarkan perlakuan tidak adil terhadap orang-orangnya yang pernah ada. Seorang tiran mungkin memaksakan kerja sama orang lain untuk sementara waktu, tapi kekuatan itu tidak pernah dipertahankan. Hanya bila orang diberi penghargaan yang pantas mereka lakukan, mereka akan rela menciptakan dan memelihara organisasi dan masyarakat yang sukses. Bila Anda membangun perusahaan atau organisasi berdasarkan keadilan dan keadilan bagi setiap anggota, Anda telah membangun sebuah kekuatan yang akan lama bertahan.

Cara terbaik untuk menjamin komitmen dan kerja sama tanpa akhir dari orang lain adalah melalui penerapan “Aturan Emas” yang sederhana. Ini adalah teori manajemen yang paling sukses dan bertahan lama yang pernah dikembangkan. Bila Anda memperlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan, Anda berada dalam situasi mereka, Anda akan mengilhami kesetiaan dan kerja sama yang antusias. Tetapkan standar tinggi untuk diri sendiri dan orang lain, perlakukan dengan baik, biarkan mereka melakukan pekerjaan mereka, dan mereka akan melakukan mukjizat untuk Anda.

...................................


Sabtu, 17 Februari 2018

Kecil itu Penting




Saya selalu mencoba untuk mengingatkan diri untuk jangan mengabaikan detail kecil. Sesungguhnya alam semesta pun dan semua yang ada di dalamnya terbuat dari atom kecil. Ada ungkapan lama yang mengatakan, "Jika Anda mengurus hal-hal kecil, hal-hal besar akan menjaga diri mereka sendiri." Ini adalah cara lain untuk mengatakan bahwa setiap pekerjaan terdiri dari banyak detail kecil, yang jika salah satunya diabaikan, maka bisa menciptakan masalah besar nanti. 

Terkadang saya mengalami masalah dalam menangani rincian atau detail tertentu yang menjengkelkan dalam menangani sesuatu tugas yang tidak menyenangkan. Saya coba siapkan mental untuk menangani tugas-tugas tersebut, dan hasilnya kadang bisa selesai dengan cepat dan efisien. Dan ternyata tidak separah yang dibayangkan.

Baksos CAB


 

Senin, 12 Februari 2018

Pengetahuan dan Uang



Menurut Napoleon Hill, pengetahuan tidak akan menarik uang kecuali jika diorganisasikan, dan diarahkan secara cerdas, melalui rencana tindakan praktis, sampai pada akhirnya dapat diakumulasikan sejumlah uang yang pasti.

Mungkin, kitalah yang tidak pandai menggunakan pengetahuan itu menjadi suatu tindakan terencana dan terorganisir dengan baik dengan tujuan akhir dapat memperoleh uang sejumlah yang diinginkan.

Sebenarnya kita perlu belajar dan belajar terus bagaimana membuat suatu rencana yang rapi, sistematis, dan terarah.

......................................


Selasa, 06 Februari 2018

Kunci Meraih Sukses Sejati dalam Kehidupan Kita

Ada lima kunci untuk menguak rahasia sukses sejati dalam hidup Kita......
Kunci # 1 : The Power of Positive Mindset
Positive mindset adalah sikap yang mencoba melihat arah masa depan dengan spirit optimisme : dengan sebuah keyakinan bahwa keberhasilan pada akhirnya bisa direngkuh.
Positive mindset adalah juga sebuah sikap yang selalu berikhtiar melihat sisi positif dari beragam tantangan hidup, apapun jenis tantangan itu.
Positive mindset adalah sejenis watak yang senantiasa berfokus pada bright spots – dan bukan selalu mengeluh atas beragam keadaan.
Pada akhirnya, positive mindset adalah soal belief, soal mentalitas, soal keyakinan bahwa saya memiliki kekuatan untuk berubah ke arah yang lebih baik. Belief that sucess is my right.
Kunci # 2 :
Fighting Spirit. Persistence. Endurance.
Kejarlah impian Kita dengan persisten : dengan kegigihan, dengan keuletan dan dengan ketekunan.
Kita tahu, banyak orang membentur kisah kegagalan bukan karena mereka bodoh atau tak punya bakat.
Bukan itu. Mereka gagal karena menyerah di tengah jalan. Quit. Berhenti dan tak mau meneruskan lagi upayanya dengan gigih.
Orang bijak belajar dari kesalahan dan kegagalan yang mereka lakukan, dan kemudian berproses untuk kembali menemukan jalur pencapaian tujuan hidup mereka.
Ditengah tantangan yang terusmengerang dan jalankehidupan yang terjal penuh tikungan, mereka terus menderapkan kaki : sebab mereka percaya pada akhirnya, cahaya kesuksesan itu pelan-pelan bias dinyalakan. Mereka terus berjuangdengan persisten. Dengan penuh passion.
“And we’ll keep on fighting till the end……”.
Kunci # 3 :
Learning Spirit. Everyone is teacher. Everyplace is school.
Learning Spirit. Sebuah spirit untuk terus belajar mengembangkan kompetensi diri. Sebab selalu ada celah untuk terus memekarkan potensi dan kapasitas diri. Sebab selalu ada jalan untuk merekahkan pengetahuan, mengasah ilmu dan merajut ketrampilan. Aliran ilmu terus mengalun, dan kemajuan pengetahuan terus bergerak. Lalu kalau kita tidak memiliki kegairahan untuk terus memetik sejumput ilmu, bukankah kita hanya akan menjadi manusia- manusia rongsokan, yang out of date?
Kunci # 4 :
Do GOOD Things in Your Life. Tebarkan Benih Kemuliaan. Hamparkan bibit kebajikan.
Bentangkan selalu benih-benih kebajikan dalam hidup : jujur dalam bekerja, mencari rezeki yang halal dan barokah, menjadi teladan perilaku yang baik bagi anak-anak, menebar salam dan senyum pada sesama........ and on and on .......
Hamparkan pula benih -benih kemuliaan dalam hidup : tekun bersedekah pada anak yatim, membantu sanak saudara dengan hati lapang, dan selalu ringan tangan dalam menolong sesama.
The more you give. The more you get.
Dan selalu layangkan doa dengan penuh khidmat demi  keselamatan ayah dan ibu : yang selama ini telah membesarkan Kita. Dengan gigih. Tanpa kenal lelah. Bersujudlah. Lantunkan doa agar mereka berdua selalu berada dalam lindungan-NYA.
Kunci # 5 : Rajutlah kedekatan spiritual dengan Sang Ilahi
Pada akhirnya, sukses yang paling hakiki hanya, dan hanya bisa direngkuh melalui kedekatan kita pada Sang Ilahi, Sang Maha Pemberi Rezeki.
Karena itu, mari membangun kebiasaan untuk dekat dengan Allah SWT dengan cara:
•             Rajin membaca Al Quran
•             Selalu berupaya shalat berjema’ah di mesjid dengan tepat waktu
•             Tekun membaca dzikir
•             Istiqomah dalam menjalankan ritual shalat tahajud

Demikian 5 Kunci meraih Sukses Sejati :
1.            Build Positive Mindset
2.            Be Persistence
3.            Develop Learning Spirit
4.            Do Good Things in Your Life
5.            Be Closer to Allah SWT

Mari merenungkan kembali lima kunci itu dengan seksama.
Lalu, mengamalkannya dengan penuh kesungguhan......
Jika kita semua mempraktekkan lima kunci itu dengan istiqomah, Insya Allah kita semua akan meraih sukses yang hakiki.

Minggu, 04 Februari 2018

Karyawan sebagai Sasaran Diklat di RSU Permata Madina Panyabungan

Sebagai Kepala Unit Personalia dan Diklat RSU Permata Madina Panyabungan, saya selalu meyakini bahwa kekuatan utama rumah sakit bukan hanya pada fasilitas atau teknologi yang dimiliki, tetapi pada kualitas sumber daya manusianya. Di tengah pesatnya perkembangan industri pelayanan kesehatan, tuntutan terhadap ketepatan, kecepatan, dan kepuasan pelanggan semakin tinggi. Karena itu, saya merasa penting untuk memastikan bahwa manajemen SDM di RSU Permata Madina selalu berjalan secara profesional, terarah, dan berkelanjutan.

Bagi saya, SDM adalah jantung dari organisasi. Mereka bukan sekadar bagian dari struktur rumah sakit, tetapi penggerak utama yang membawa visi dan misi RSU Permata Madina Panyabungan menjadi nyata. Oleh sebab itu, saya berkewajiban memastikan bahwa setiap tenaga yang bekerja di lingkungan rumah sakit memiliki kesempatan untuk berkembang dan meningkatkan kompetensinya.

Salah satu langkah yang terus saya dorong adalah penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi seluruh karyawan. Program ini tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga bentuk komitmen kami dalam menciptakan SDM yang profesional, tangguh, dan siap menghadapi tantangan pelayanan kesehatan masa kini dan masa depan.

Melalui pengembangan SDM yang terarah, saya percaya RSU Permata Madina Panyabungan dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Dengan SDM yang unggul, visi besar rumah sakit bukan hanya sekadar cita-cita, tetapi sesuatu yang benar-benar dapat diwujudkan.




Jumat, 02 Februari 2018

Kita Tidak Akan Pernah Lebih Besar dari Apa yang Kita Pikirkan

Kita hanya akan menjadi seperti apa yang paling sering kita pikirkan. Sebesar dan sehebat apa pun kesuksesan yang akan kita capai, sesungguhnya sebanding dengan ukuran pemikiran kita. Jika kita membiarkan pikiran kita didominasi oleh hal-hal sepele, mungkin kita tidak akan mencapai apa pun. Mari berdisiplin diri untuk hanya memikirkan hal yang penting-penting saja, mempertahankan hal-hal baik yang telah diperoleh, dan berusaha mencari dan menemukan ide-ide bagus yang bisa kita gunakan kapan saja sebagai solusi kreatif untuk berbagai masalah yang kita hadapi.  Sesungguhnya pikiran yang kecil itu hanya untuk memikirkan hal-hal kecil pula. Pikiran yang besar itu untuk memikirkan gagasan-gagasan yang besar.

Selasa, 30 Januari 2018

Apa itu LFA, ZOPP, dan OOPP?


Ada dua istilah, yakni Logical Framework (LF atau Logframe) dan Logical Framework Approach (LFA) yang terkadang membingungkan. LogFrame adalah sebuah dokumen, Logical Framework Approach adalah metodologi perancangan proyek.

Ketiga istilah itu di atas; Pendekatan Kerangka Logika, ZOPP dan OOPP adalah istilah untuk metodologi atau proses perancangan proyek yang sama. Istilah OOPP dan ZOPP berarti masing-masing; Objectives Oriented Project Planning (Perencanaan Proyek Berorientasi Tujuan) dan dalam bahasa Jerman Ziel Orientierte Projek Planung. Ketiga istilah tersebut mengacu pada proses pertemuan terstruktur yang akan disebut sebagai LFA.

Dokumen kerangka logis adalah matriks 4 kolom dengan 4 baris. Sel-sel matriks mengandung teks yang ringkas menggambarkan fitur yang paling penting dari suatu proyek. Jika proses yang benar (LFA) digunakan untuk mengembangkan isi logframe, dokumen akan mengungkapkan kualitas desain dan membuat kekurangannya dengan mudah terlihat.
Metodologi desain adalah proses yang ketat, yang jika digunakan sebagaimana dimaksud oleh penggagas konsep ini akan menerapkan disiplin logis pada tim perancangan proyek. Jika prosesnya digunakan secara berintegritas hasilnya akan menjadi desain proyek berkualitas tinggi. Metode ini bukan tanpa keterbatasan, namun sebagian besar bisa dihindari dengan menggunakan teknik yang hati-hati. Banyak hal yang bisa salah dalam tahap implementasi sebuah proyek, namun jika desainnya cacat, implementasi dimulai dengan cacat yang parah. Diagram peta pikiran sebagaimana di atas menunjukkan langkah-langkah khas dalam proses perancangan. Beberapa langkah tersebut adalah:

·               analisis situasi
·               analisis stakeholder
·               analisis masalah

Perlu dicatat bahwa salah satu penyalahgunaan logframe yang umum adalah merancang proyek terlebih dahulu dan mencoba untuk "mengisi" matriks kerangka logis sebagai sebuah pemikiran setelahnya. Ini akan mengalahkan keseluruhan tujuan kerangka logis dan metodologi perancangan.

Dimana logikanya?

Ada hubungan logis antara sel-sel matriks. Logika yang menghubungkan sel di kolom paling kiri, disebut sebagai logika vertikal; logika yang menghubungkan tiga kolom yang tersisa disebut sebagai logika horizontal.

Logika vertikal adalah hirarki tujuan proyek.

Logika horisontal menjelaskan:
·   bagaimana pencapaian tujuan akan diukur atau diverifikasi
·   bagaimana informasi ini
· apa faktor eksternal yang dapat mencegah manajer proyek dan staf mencapai tujuan tingkat berikutnya.

Analisis Situasi

Ini adalah dokumen yang menggambarkan situasi seputar masalah. Sumbernya bisa berupa studi kelayakan, laporan pra-penilaian, atau kompilasi yang dilakukan khusus untuk lokakarya desain proyek. Biasanya dokumen tersebut menggambarkan situasi masalah secara rinci, mengidentifikasi pemangku kepentingan dan menjelaskan dampak dari masalah terhadapnya.

Analisis Pemangku Kepentingan atau Partisipasi

Tahap ini merupakan analisis terhadap orang, kelompok, atau organisasi yang mungkin mempengaruhi atau dipengaruhi oleh masalah atau solusi potensial terhadap masalah tersebut. Ini adalah langkah awal untuk memahami masalahnya. Kita bisa mengatakan, tanpa orang atau kelompok kepentingan tidak akan ada masalah. Jadi untuk memahami masalahnya, pertama kita harus mengerti para pemangku kepentingan. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengungkapkan dan mendiskusikan kepentingan dan harapan orang dan kelompok yang penting bagi keberhasilan proyek.

Analisa masalah

Jika tidak ada kesepakatan antara peserta mengenai pernyataan masalah, tidak mungkin akan ada kesepakatan mengenai solusinya. Oleh karena itu, tahap ini berusaha mendapatkan konsensus mengenai aspek-aspek terperinci dari masalah tersebut.
Prosedur pertama dalam analisis masalah adalah brainstorming. Salah satu contoh sederhana caranya adalah: semua peserta diundang untuk menuliskan ide masalah mereka pada kartu kecil. Peserta dapat menulis sebanyak mungkin kartu sesuai keinginannya. Para peserta kemudian mengelompokkan kartu atau mencari hubungan sebab-akibat antara tema pada kartu dengan mengatur kartu untuk membentuk pohon masalah. Maka masalah akan terurai lebih rinci dan terlihat hubungannya.

Analisis Tujuan

Pada langkah ini, pernyataan masalah diubah menjadi pernyataan objektif dan jika memungkinkan ke dalam pohon yang obyektif. Sama seperti pohon masalah menunjukkan cause-effect relationships, pohon tujuan menunjukkan means-end relationships. Hubungan akhir berarti menunjukkan cara dimana proyek dapat mencapai tujuan yang diinginkan atau kondisi yang diinginkan di masa depan. Seringkali ada banyak kemungkinan wilayah yang bisa menjadi fokus sebuah "intervensi" atau proyek pembangunan.

Analisis Alternatif

Pohon tujuan biasanya menunjukkan sejumlah besar strategi atau tautan akhir yang mungkin dapat berkontribusi pada pemecahan masalah. Karena akan ada batasan untuk sumber daya yang dapat diterapkan pada proyek, maka penting untuk memeriksa alternatif ini dan memilih strategi yang paling menjanjikan. Setelah memilih kriteria keputusan, ini diterapkan untuk memilih satu atau beberapa rantai tujuan akhir untuk menjadi serangkaian tujuan yang akan membentuk strategi proyek.

Perencanaan Kegiatan

Setelah menentukan tujuan, dan menentukan bagaimana mereka akan diukur dan di mana dan bagaimana informasi tersebut akan ditemukan kita sampai pada tahap perencanaan terperinci. Kami sekarang menentukan kegiatan apa yang dibutuhkan untuk mencapai setiap tujuan.

Dari mana Memulai?

Ini sedikit seperti masalah ayam dan telur. Sangat menggoda untuk dikatakan; Selalu mulai pada tahap analisis situasi, dan dari situlah menentukan siapa pemangku kepentingan. Argumen lain adalah bahwa para pemangku kepentingan menentukan masalahnya sehingga perlu dimulai dengan mengidentifikasi pemangku kepentingan. Setiap situasi masalah akan membutuhkan pendekatan yang berbeda.

Ke mana selanjutnya?

Langkah selanjutnya adalah perencanaan dan pelaksanaan implementasi.

...

Nikmati ratusan video tutorial  dalam bidang manajemen bisnis dan internet marketing yang powerful secara online, langsung melalui laptop atau smartphone Anda. Cara belajar baru di era digital! Kunjungi link berikut http://edubisnis.net/dap/a/?a=2489