Selasa, 28 Agustus 2018

Catatan Pelatihan Koperasi 2 : Manajemen Koperasi



Manajemen koperasi adalah elemen kunci dalam menjaga stabilitas, keberlanjutan, dan kesejahteraan anggota. Ini mencakup pengelolaan keuangan, administrasi, dan pengambilan keputusan yang bijak. Mari kita telaah lebih dalam mengenai komponen-komponen penting ini:

1. Pengelolaan Keuangan Koperasi: Memastikan Keseimbangan Finansial

Pengelolaan keuangan yang efisien adalah pondasi utama keberhasilan koperasi. Ini melibatkan:

- Pencatatan Keuangan: Mencatat dengan cermat semua transaksi keuangan, termasuk pemasukan dan pengeluaran. Ini memungkinkan koperasi untuk memiliki gambaran yang jelas tentang situasi finansialnya.

- Perencanaan Anggaran: Menyusun anggaran yang rinci untuk mengendalikan pengeluaran dan memastikan koperasi beroperasi dengan efisien.

- Pengelolaan Kas: Mengelola kas dengan baik, termasuk penyimpanan yang aman, pencairan dana yang sesuai, dan penghindaran risiko pencurian atau penyalahgunaan dana.

- Audit dan Pelaporan Keuangan: Melakukan audit secara berkala untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, serta memberikan laporan keuangan kepada anggota.

2. Administrasi yang Efisien: Mendukung Operasi Harian

Administrasi yang efisien membantu menjaga operasi koperasi berjalan dengan lancar. Ini mencakup:

- Pengelolaan Inventaris: Melacak persediaan barang atau jasa yang ditawarkan koperasi, memantau pergerakan stok, dan menghindari kekurangan atau kelebihan persediaan.

- Manajemen Sumber Daya Manusia: Merencanakan dan mengelola tenaga kerja koperasi, termasuk perekrutan, pelatihan, dan evaluasi kinerja.

- Pengelolaan Dokumentasi: Menyimpan dan mengatur dokumen yang berkaitan dengan keanggotaan, hukum, dan administrasi koperasi.

- Teknologi Informasi: Memanfaatkan teknologi informasi untuk mengoptimalkan administrasi, seperti penggunaan perangkat lunak akuntansi dan sistem basis data.

3. Pengambilan Keputusan Demokratis: Mewujudkan Prinsip Koperasi

Koperasi didasarkan pada prinsip kendali demokratis oleh anggota. Ini mencakup:

- Pemungutan Suara: Memberikan hak yang sama kepada semua anggota dalam pengambilan keputusan. Keputusan penting, seperti perubahan dalam operasi atau kebijakan, harus disepakati melalui pemungutan suara atau mekanisme demokratis lainnya.

- Keterbukaan dan Transparansi: Memberikan akses informasi yang jelas kepada anggota tentang operasi koperasi, termasuk laporan keuangan, rencana strategis, dan masalah-masalah yang mempengaruhi koperasi.

- Partisipasi Anggota: Mendorong partisipasi aktif anggota dalam rapat-rapat dan pengambilan keputusan. Ini memastikan kepentingan anggota tercermin dalam keputusan yang diambil.

Manajemen koperasi yang efektif menggabungkan elemen-elemen ini dengan baik. Dengan mengelola keuangan secara hati-hati, menjalankan administrasi yang efisien, dan menerapkan prinsip pengambilan keputusan demokratis, koperasi dapat mencapai tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat yang dilayani.

Senin, 27 Agustus 2018

Cacatan Pelatihan Koperasi 1 : Dasar-Dasar Koperasi


Apa itu Koperasi?

Koperasi adalah sebuah bentuk organisasi ekonomi yang didasarkan pada prinsip keanggotaan, partisipasi demokratis, dan keadilan ekonomi. Dalam koperasi, individu atau kelompok bergabung bersama untuk menciptakan usaha bersama dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan mereka. Sebagian besar koperasi dimulai dengan mengatasi masalah ekonomi atau sosial yang dihadapi oleh anggotanya. Dalam koperasi, setiap anggota memiliki satu suara yang sama dalam pengambilan keputusan, tidak peduli seberapa besar kontribusi keuangan mereka.

Prinsip-prinsip Koperasi: Fondasi Kesuksesan Kolektif

Koperasi didasarkan pada prinsip-prinsip kunci yang membimbing operasinya:

1. Keanggotaan Terbuka dan Sukarela: Koperasi terbuka untuk semua yang memenuhi syarat dan ingin bergabung. Keanggotaan biasanya bersifat sukarela.

2. Kendali Demokratis oleh Anggota: Setiap anggota memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, dan keputusan diambil secara demokratis melalui pemungutan suara.

3. Partisipasi Ekonomi Anggota: Anggota berkontribusi keuangan ke dalam koperasi dan berbagi hasil ekonominya.

4. Otonomi dan Independensi: Koperasi adalah entitas independen yang beroperasi sesuai dengan prinsip-prinsipnya tanpa campur tangan eksternal yang tidak diinginkan.

5. Pendidikan, Pelatihan, dan Informasi: Koperasi memberikan pendidikan dan pelatihan kepada anggotanya sehingga mereka dapat berpartisipasi secara efektif dalam pengambilan keputusan.

6. Kerja Sama Antar Koperasi: Koperasi bekerja sama dengan koperasi lain untuk kepentingan bersama.

7. Pelayanan kepada Anggota dan Masyarakat: Koperasi berusaha memberikan pelayanan yang bermanfaat bagi anggota dan masyarakat pada umumnya.

Sejarah Koperasi: Asal Mula Perjuangan Kolektif 

Koperasi memiliki akar sejarah yang kuat. Gerakan koperasi modern pertama kali muncul di Eropa pada abad ke-19 sebagai tanggapan terhadap ketidaksetaraan ekonomi dan sosial yang melanda pekerja. Koperasi pertama kali berkembang di Inggris dan kemudian menyebar ke seluruh dunia. Gerakan ini bertujuan untuk memberdayakan individu dan komunitas, terutama dalam sektor pertanian dan konsumen.

Peran Koperasi dalam Ekonomi: Meningkatkan Kesejahteraan Bersama

Koperasi memiliki peran penting dalam ekonomi modern. Mereka membantu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan akses terhadap barang dan jasa, serta mempromosikan keadilan ekonomi. Koperasi juga dapat membantu mengurangi ketidaksetaraan ekonomi dengan memungkinkan individu dan komunitas untuk berkolaborasi dalam menciptakan nilai ekonomi. Koperasi seringkali fokus pada kebutuhan lokal dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan cara yang berkelanjutan.

Dalam dunia yang terus berubah, koperasi tetap relevan sebagai model bisnis yang berpusat pada manusia, berlandaskan prinsip-prinsip keadilan, dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kolektif. Mereka adalah contoh nyata bagaimana kolaborasi dan partisipasi dapat membawa perubahan positif dalam ekonomi dan masyarakat.

Medan


 

Jumat, 10 Agustus 2018

Perencanaan Strategis

Perencanaan strategis adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber dayanya (termasuk modal dan sumber daya manusia) untuk mencapai strategi ini. Berbagai teknik analisis bisnis dapat dgunakan dalam proses ini, termasuk analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats), PEST (Political, Economic, Social, Technological), atau STEER (Socio-cultural, Technological, Economic, Ecological, Regulatory). 


Perencanaan Strategis (Strategic Planning) adalah sebuah alat manajemen yang digunakan untuk mengelola kondisi saat ini untuk melakukan proyeksi kondisi pada masa depan, sehingga rencana strategis adalah sebuah petunjuk yang dapat digunakan organisasi dari kondisi saat ini untuk mereka bekerja menuju 5 sampai 10 tahun ke depan (Kerzner , 2001). 


Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis / strategic planning (Brown , 2005). 


Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi (Skinner, 1969). Untuk mencapai sebuah strategy yang telah ditetapkan oleh organisasi dalam rangka mempunyai keunggulan kompetitif, maka para pimpinan perusahaan, manajer operasi, haruslah bekerja dalam sebuah sistem yang ada pada proses perencanaan strategis Brown , 2005). Kemampuan manufaktur, harus dipergunakan secara tepat, sehingga dapat menjadi sebuah senjata yang unggul dalam sebuah perencanaan stategi (Skinner, 1969). 


Perencanaan strategis secara eksplisit berhubungan dengan manajemen perubahan, hal ini telah menjadi hasil penelitian beberapa ahli (e.g., Ansoff, 1965; Anthony,1965; Lorange, 1980; Steiner, 1979). Lorange (1980), menuliskan, bahwa strategic planning adalah kegiatan yang mencakup serangkaian proses dari inovasi dan mengubah perusahaan, sehingga apabila strategic planning tidak mendukung inovasi dan perubahan, maka itu adalah kegagalan.

Minggu, 22 Juli 2018

Talkshow Bersama BNN dan Start FM


 

Kesejahteraan Sosial

Menurut Suharto (2009:1) pengertian kesejahteraan sosial sebagai berikut :
Kesejahteraan sosial adalah suatu institusi atau bidang kegiatan yang melibatkan aktivitas terorganisir yang diselenggarakan baik oleh lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta yang bertujuan untuk mencegah, mengatasi atau memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah sosial dan peningkatan kualitas hidup individu, kelompok dan masyarakat.
Penjelasan diatas mengandung pengertian bahwa masalah kesejahteraan sosial tidak bisa ditangani oleh sepihak dan tanpa teroganisir secara jelas kondisi sosial yang dialami masyarakat. Perubahan sosial yang secara dinamis menyebabkan penanganan masalah sosial ini harus direncanakan dengan matang dan berkesinambungan. Karena masalah sosial akan selalu ada dan muncul selama pemerintahan masih berjalan dan kehidupan manusia masih ada.
Sejalan dengan itu menurut Adi (2003: 41) kesejahteraan sosial sebagai suatu keadaan yang dirumuskan pada Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 tahun 1974 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial yaitu :
Kesejahteraan sosial ialah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial materiil maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir batin, yang memungkinkan bagi setiap warga Negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak asasi serta kewajiban manusia sesuai dengan Pancasila.
Rumusan di atas menggambarkan kesejahteraan sosial sebagai suatu keadaan dimana digambarkan secara ideal adalah suatu tatanan (tata kehidupan) yang meliputi kehidupan material maupun spiritual, dengan tidak menempatkan satu aspek lebih penting dari lainnya, tetapi lebih mencoba melihat pada upaya mendapatkan titik keseimbangan. Titik keseimbangan adalah keseimbangan antara aspek jasmaniah dan rohaniah, ataupun keseimbangan antara aspek material dan spiritual.

Selasa, 17 Juli 2018

Inisiatif dan Tanggung Jawab

Tidak ada orang lain dapat membuat Anda sukses atau membuat Anda mencapai tujuan Anda. Mengambil inisiatif adalah salah satu peran dalam kepemimpinan. Hadapi sendiri pujian dan kritik. Pemimpin yang baik adalah orang yang berbagi untuk sukses dengan orang lain dan bertanggung jawab penuh atas kegagalan atau kemunduran yang terjadi. Ketika Anda menerima tanggung jawab atas tindakan Anda, Anda mendapatkan rasa hormat dari orang lain dan cara yang baik untuk menciptakan masa depan Anda sendiri.

Minggu, 20 Mei 2018

Berikan kami Keturunan yang Saleh


رَبِّ لَا تَذَرْنِي فَرْدًا وَأَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِينَ

Ya Tuhanku janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik” (QS. Al Anbiya: 89).

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh” 
(QS. Ash Shaffat: 100).

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa” (QS. Al Imran: 38).

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” 
(QS. Al Furqan: 74).

Selasa, 15 Mei 2018

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H



Pala kehe tu tano ranto
Ulang lupa tano hasorangan
Pangidoan nami pe songoni juo
Mangido maaf sala dot hahurangan

Pala mancit ninna baya ulu
pandoit ni porkis pe ngadabe taraso
Songoni juo nian pangidoanku
Rap torkis nian iras sude napuaso

Pala malua ma sada orbo
Panjalakanna di saba rodang
Pala donok ma naron ari rayo
Ulang lupa mambagi lomang

Inda nida be indalu nami
losung nai pe madung do mago
saima hata sian ami
tu sudena selamat ma marpuaso

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H 

Jumat, 04 Mei 2018

Perbaiki Diri Sendiri


Mungkin beberapa artikel, buku, produk atau orang-orang akan memberikan dukungan dan wawasan yang mendalam pada kita dan dapat diamalkan. Tapi pada akhirnya, tidak ada yang membantu. Tidak ada yang menyelamatkan kita. Kita harus mengambil tanggung jawab untuk hidup dan apa yang terjadi di dalamnya kita sendiri.

Hal-hal lain dan orang-orang mungkin  bisa membantu kita sedikit. Tapi kitalah yang harus bertanggung jawab.  Kita bisa pergi sekitar menyalahkan masyarakat atau beberapa orang untuk masalah yang kita alami di kehidupan social, keuangan, atau kesehatan. Kita selalu dapat menemukan kambing hitam untuk menilai lebih baik tentang diri Kita.

Kita dapat mencari orang yang akan "memperbaiki kita". Namun, tidak banyak yang akan berubah. Kita yang harus mengambil tanggung jawab dan melakukannya. Mungkin kita akan jatuh dan tersandung dan mengalami  nasib buruk dari waktu ke waktu. Tapi kita harus fokus pada diri sendiri dan melakukan apa yang dapat kita lakukan dengan apa yang kita miliki dalam situasi apa pun yang mungkin timbul dalam dunia kita.

Minggu, 29 April 2018

Menunggu atau Menemukan Sukses?

Jika kita sedang menunggu untuk sukses untuk mencari kita, kita akan menuju kekecewaan besar. Sukses tidak bisa dipaksakan siapa pun, dan itu tidak akan pernah mendatangi kita tiba-tiba. Kita harus mempersiapkan untuk itu dan secara aktif mencarinya jika kita pernah berencana untuk mencapai keberhasilan dalam hidup kita. kita harus terus-menerus waspada terhadap berbagai perubahan dalam usaha atau profesi. Berlangganan majalah dan jurnal profesional, serta bergabung dengan asosiasi industri atau masyarakat profesional, dan mengenal para ahli di lapangan adalah contoh berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk terus mengikuti perkembangan baru.

Selasa, 24 April 2018

Tujuan adalah Mimpi Dengan Tenggat Waktu.

Oleh Napoleon Hill kita diingatkan untuk berhenti sekadar bermimpi, kita harus menetapkan tujuan yang jelas dan untuk membuatnya terwujud. Sebuah keinginan yang tidak tertulis hanyalah mimpi. Banyak orang memiliki mimpi, tetapi orang-orang yang membuat dampak yang signifikan adalah mereka yang menulis tujuan itu dan menetapkan tenggat waktu un tuk mencapainya.

Apakah Buddhisme itu Agama atau Filsafat

Semua agama dan sistem kepercayaan menawarkan kita jalan yang berbeda untuk mendapatkan Kebenaran yang terletak di dalam diri kita masing-masing. Jika suatu sistem keyakinan, praktek atau filsafat membuat kitalebih dekat dengan kebenaran batin, maka itulah dia keyakinan/filosofi yang tepat untuk kita. 

Buddhisme itu praktik psikologis, filosofis dan kontemplatif yang mengembangkan pikiran, semangat, jantung, moral dan niat ke arah yang mendukung kesejahteraan dari yang lain dan akhirnya diri kita sendiri karena bergantungan (keterkaitan fundamental).

Sabtu, 07 April 2018

Ampuni Kedua Orang Tua Kami


رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)” (QS. Ibrahim: 41).

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang” 
(QS. Al Hasyr: 10).

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَلَا تَزِدِ الظَّالِمِينَ إِلَّا تَبَارًا

Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan” (QS. Nuh: 28).

Jumat, 09 Maret 2018

Perayaan HUT Kab. Madina Tahun 2018

 


Pengenalan SNARS: Langkah Awal Menuju Mutu Pelayanan Rumah Sakit

 


Tanggal 9 Maret 2018 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan profesional saya di RSU Permata Madina Panyabungan. Hari ini, saya mengikuti kegiatan pengenalan SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit)—sebuah standar baru yang pada saat itu mulai diperkenalkan secara luas sebagai pedoman peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia.

Awalnya, saya hanya membayangkan kegiatan ini sebagai pertemuan reguler mengenai standar kerja. Namun ternyata, pengenalan SNARS membuka cara pandang saya mengenai bagaimana rumah sakit semestinya dikelola secara sistematis, aman, dan fokus pada keselamatan pasien serta tata kelola organisasi yang lebih profesional.

Apa itu SNARS?

SNARS atau Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit adalah seperangkat standar yang disusun oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) untuk memastikan rumah sakit di Indonesia memberikan pelayanan terbaik, aman, dan bermutu tinggi.

Berbeda dari standar sebelumnya, SNARS menghadirkan beberapa penekanan baru:

Sebagai seseorang yang bekerja di Unit Personalia dan Diklat, saya langsung merasa bahwa SNARS bukan sekadar standar untuk unit medis, tetapi juga acuan penting bagi seluruh sistem pendukung rumah sakit—termasuk pengelolaan SDM, pelatihan, serta pengembangan kompetensi pegawai.

Refleksi dan Kesiapan Saya Menerapkan SNARS

Saat mengikuti pengenalan SNARS tersebut, saya menyadari bahwa peran saya di unit personalia dan diklat bukanlah sekadar peran administratif biasa. Justru, unit inilah yang menjadi fondasi bagi kesiapan rumah sakit dalam memenuhi berbagai tuntutan standar akreditasi.

Beberapa hal yang langsung saya siapkan setelah mengikuti kegiatan tersebut adalah:

1. Penataan Ulang Dokumen SDM

Saya mulai merapikan kembali dokumen kepegawaian, memastikan semua staf memiliki file kompetensi, SK, uraian tugas, hingga bukti pelatihan yang diperlukan SNARS.

2. Penyusunan Program Diklat yang Relevan

Saya mengintegrasikan materi-materi seperti keselamatan pasien, komunikasi efektif, PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi), serta K3RS ke dalam agenda pelatihan tahunan.

3. Meningkatkan Kesadaran Mutu di Internal Staf

Setiap pegawai harus memahami bahwa mutu bukan hanya tugas komite mutu, tetapi budaya yang harus dibangun bersama.

4. Berkomitmen pada Prinsip "Do – Document – Prove"

Tiga hal ini menjadi pedoman saya: setiap proses harus dikerjakan, didokumentasikan, dan bisa dibuktikan saat audit.

Melangkah Bersama Menuju Rumah Sakit yang Lebih Baik

Pengenalan SNARS pada 9 Maret 2018 bukan sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi titik awal transformasi cara kerja kami di RSU Permata Madina Panyabungan. Dari sana, saya semakin memahami bahwa akreditasi bukan sekadar memenuhi indikator, tetapi membentuk budaya kerja yang disiplin, tertib, dan mengutamakan keselamatan.

Saya percaya, komitmen pribadi untuk menerapkan SNARS—mulai dari pengelolaan SDM hingga diklat—adalah bagian kecil yang dapat saya kontribusikan untuk memastikan rumah sakit ini terus berkembang sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang terpercaya di Mandailing Natal.

Mutu adalah perjalanan panjang, bukan tujuan akhir. Dan saya bersyukur telah melangkah di dalamnya sejak hari itu.