Kumpulan aksara sebagai jejak perjalanan menembus ruang dan waktu dalam mengeksplorasi diri dan dunia.
Selasa, 28 Agustus 2018
Catatan Pelatihan Koperasi 2 : Manajemen Koperasi
Senin, 27 Agustus 2018
Cacatan Pelatihan Koperasi 1 : Dasar-Dasar Koperasi
Rabu, 22 Agustus 2018
Senin, 20 Agustus 2018
Sabtu, 18 Agustus 2018
Jumat, 10 Agustus 2018
Perencanaan Strategis
Selasa, 24 Juli 2018
Minggu, 22 Juli 2018
Kesejahteraan Sosial
Kesejahteraan sosial adalah suatu institusi atau bidang kegiatan yang melibatkan aktivitas terorganisir yang diselenggarakan baik oleh lembaga-lembaga pemerintah maupun swasta yang bertujuan untuk mencegah, mengatasi atau memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah sosial dan peningkatan kualitas hidup individu, kelompok dan masyarakat.
Penjelasan diatas mengandung pengertian bahwa masalah kesejahteraan sosial tidak bisa ditangani oleh sepihak dan tanpa teroganisir secara jelas kondisi sosial yang dialami masyarakat. Perubahan sosial yang secara dinamis menyebabkan penanganan masalah sosial ini harus direncanakan dengan matang dan berkesinambungan. Karena masalah sosial akan selalu ada dan muncul selama pemerintahan masih berjalan dan kehidupan manusia masih ada.
Sejalan dengan itu menurut Adi (2003: 41) kesejahteraan sosial sebagai suatu keadaan yang dirumuskan pada Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 6 tahun 1974 tentang ketentuan-ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial yaitu :
Kesejahteraan sosial ialah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial materiil maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan dan ketentraman lahir batin, yang memungkinkan bagi setiap warga Negara untuk mengadakan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmaniah, rohaniah dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak asasi serta kewajiban manusia sesuai dengan Pancasila.
Rumusan di atas menggambarkan kesejahteraan sosial sebagai suatu keadaan dimana digambarkan secara ideal adalah suatu tatanan (tata kehidupan) yang meliputi kehidupan material maupun spiritual, dengan tidak menempatkan satu aspek lebih penting dari lainnya, tetapi lebih mencoba melihat pada upaya mendapatkan titik keseimbangan. Titik keseimbangan adalah keseimbangan antara aspek jasmaniah dan rohaniah, ataupun keseimbangan antara aspek material dan spiritual.
Selasa, 17 Juli 2018
Inisiatif dan Tanggung Jawab
Minggu, 20 Mei 2018
Berikan kami Keturunan yang Saleh
Selasa, 15 Mei 2018
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H
Ulang lupa tano hasorangan
Pangidoan nami pe songoni juo
Mangido maaf sala dot hahurangan
Pala mancit ninna baya ulu
pandoit ni porkis pe ngadabe taraso
Songoni juo nian pangidoanku
Rap torkis nian iras sude napuaso
Pala malua ma sada orbo
Panjalakanna di saba rodang
Pala donok ma naron ari rayo
Ulang lupa mambagi lomang
Inda nida be indalu nami
losung nai pe madung do mago
saima hata sian ami
tu sudena selamat ma marpuaso
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1439 H
Jumat, 04 Mei 2018
Perbaiki Diri Sendiri
Minggu, 29 April 2018
Menunggu atau Menemukan Sukses?
Selasa, 24 April 2018
Tujuan adalah Mimpi Dengan Tenggat Waktu.
Apakah Buddhisme itu Agama atau Filsafat
Buddhisme itu praktik psikologis, filosofis dan kontemplatif yang mengembangkan pikiran, semangat, jantung, moral dan niat ke arah yang mendukung kesejahteraan dari yang lain dan akhirnya diri kita sendiri karena bergantungan (keterkaitan fundamental).
Sabtu, 07 April 2018
Ampuni Kedua Orang Tua Kami
Sabtu, 10 Maret 2018
Jumat, 09 Maret 2018
Pengenalan SNARS: Langkah Awal Menuju Mutu Pelayanan Rumah Sakit
Tanggal 9 Maret 2018 menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan profesional saya di RSU Permata Madina Panyabungan. Hari ini, saya mengikuti kegiatan pengenalan SNARS (Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit)—sebuah standar baru yang pada saat itu mulai diperkenalkan secara luas sebagai pedoman peningkatan mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia.
Awalnya, saya hanya membayangkan kegiatan ini sebagai pertemuan reguler mengenai standar kerja. Namun ternyata, pengenalan SNARS membuka cara pandang saya mengenai bagaimana rumah sakit semestinya dikelola secara sistematis, aman, dan fokus pada keselamatan pasien serta tata kelola organisasi yang lebih profesional.
Apa itu SNARS?
SNARS atau Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit adalah seperangkat standar yang disusun oleh KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) untuk memastikan rumah sakit di Indonesia memberikan pelayanan terbaik, aman, dan bermutu tinggi.
Berbeda dari standar sebelumnya, SNARS menghadirkan beberapa penekanan baru:
-
Peningkatan mutu berkelanjutan (continuous improvement)
Sebagai seseorang yang bekerja di Unit Personalia dan Diklat, saya langsung merasa bahwa SNARS bukan sekadar standar untuk unit medis, tetapi juga acuan penting bagi seluruh sistem pendukung rumah sakit—termasuk pengelolaan SDM, pelatihan, serta pengembangan kompetensi pegawai.
Refleksi dan Kesiapan Saya Menerapkan SNARS
Saat mengikuti pengenalan SNARS tersebut, saya menyadari bahwa peran saya di unit personalia dan diklat bukanlah sekadar peran administratif biasa. Justru, unit inilah yang menjadi fondasi bagi kesiapan rumah sakit dalam memenuhi berbagai tuntutan standar akreditasi.
Beberapa hal yang langsung saya siapkan setelah mengikuti kegiatan tersebut adalah:
1. Penataan Ulang Dokumen SDM
Saya mulai merapikan kembali dokumen kepegawaian, memastikan semua staf memiliki file kompetensi, SK, uraian tugas, hingga bukti pelatihan yang diperlukan SNARS.
2. Penyusunan Program Diklat yang Relevan
Saya mengintegrasikan materi-materi seperti keselamatan pasien, komunikasi efektif, PPI (Pencegahan dan Pengendalian Infeksi), serta K3RS ke dalam agenda pelatihan tahunan.
3. Meningkatkan Kesadaran Mutu di Internal Staf
Setiap pegawai harus memahami bahwa mutu bukan hanya tugas komite mutu, tetapi budaya yang harus dibangun bersama.
4. Berkomitmen pada Prinsip "Do – Document – Prove"
Tiga hal ini menjadi pedoman saya: setiap proses harus dikerjakan, didokumentasikan, dan bisa dibuktikan saat audit.
Melangkah Bersama Menuju Rumah Sakit yang Lebih Baik
Pengenalan SNARS pada 9 Maret 2018 bukan sekadar kegiatan sosialisasi, tetapi titik awal transformasi cara kerja kami di RSU Permata Madina Panyabungan. Dari sana, saya semakin memahami bahwa akreditasi bukan sekadar memenuhi indikator, tetapi membentuk budaya kerja yang disiplin, tertib, dan mengutamakan keselamatan.
Saya percaya, komitmen pribadi untuk menerapkan SNARS—mulai dari pengelolaan SDM hingga diklat—adalah bagian kecil yang dapat saya kontribusikan untuk memastikan rumah sakit ini terus berkembang sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang terpercaya di Mandailing Natal.
Mutu adalah perjalanan panjang, bukan tujuan akhir. Dan saya bersyukur telah melangkah di dalamnya sejak hari itu.
Kamis, 08 Maret 2018
-
Sejak lama saya memiliki ketertarikan mendalam pada sejarah—sebuah ketertarikan yang tumbuh dari rasa penasaran tentang siapa kita, da...
-
Kesabaran dalam melaksanakan pekerjaan sering kali terdengar seperti nasihat klise, namun justru di sanalah letak kekuatannya. Di tengah dun...
-
Ada dua istilah, yakni Logical Framework (LF atau Logframe) dan Logical Framework Approach (LFA) yang terkadang membingungkan. LogFr...














